Merampungkan Tugas Sejarah

MERAMPUNGKAN TUGAS SEJARAH

Memoar Komjen Pol (pur) Drs. H. SJACHROEDIN Z.P, S.H.

Satu Dekade Memimpin Pembangunan Lampung (2004-2014)

Penulis: Zulfikar Fuad

Penerbit: ALIFES Inc – By PT Media Kisah Hidup

SJACHROEDIN Z.P., seorang komisaris jenderal polisi yang baru saja pensiun, didesak masyarakat Lampung untuk memimpin Sai Bumi Ruwa Jurai. Namun ia harus menerima kenyataan pahit, panggung politik penuh skenario dan intrik. Pada pemilihan Gubernur Lampung 2002, yang diwarnai teror bom dan ketegangan, anggota DPRD Lampung yang sudah berkomitmen memilihnya malah membelot. Ia kalah telak dan jadi korban drama politik.

Menyusul tidak kunjung dilantiknya gubernur terpilih, bahkan hasil pemilihan gubernur dianulir oleh pemerintah pusat, Lampung kian kisruh. Demonstrasi berlangsung hampir tiap pekan dan menguras energi masyarakat. Konflik politik meluas dan merusak keharmonisan hubungan antara para pemimpin Lampung. Pemerintah pusat kemudian menugaskan penjabat gubernur untuk memimpin Lampung. Selama dua tahun, situasi politik dan keamanan di Lampung tidak stabil, penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan tidak berjalan efektif.

Pada 2004, akhirnya Sjachroedin Z.P. terpilih dan dilantik sebagai Gubernur Lampung definitif. Tapi batu besar menghadang langkahnya, selama dua tahun kepemimpinannya tidak diakui DPRD Lampung. Program pembangunan yang digagasnya diganjal. Rakyat Lampung dirugikan. Sudah cukuplah kesabarannya. Ia putuskan melawan siapa saja yang menghalanginya, demi rakyat. Ia melangkah tegap dan melabrak semua batu penghalang.

Program pembangunan Lampung mulai dapat berjalan normal pada 2006. Ia angkat kembali gagasan pembangunan Jembatan Selat Sunda, ia gulirkan ide pentingnya membangun Kota Baru Lampung, jalan tol dan jalur baru kereta api, kawasan pendidikan unggulan, terminal agrobisnis, menginternasionalkan Bandara Radin Inten II, dsb. Program strategis itu tidak semata untuk pembangunan Lampung, lebih dari itu memacu percepatan pembangunan provinsi-provinsi di Sumatera dan pembangunan Pulau Jawa, serta mengkaver kepentingan DKI Jakarta sebagai Ibu Kota Indonesia.

Periode pertama kepemimpinan Sjachroedin Z.P. sebagai Gubernur Lampung praktis hanya berjalan selama dua tahun, 2006-2008, oleh karena ketentuan undang-undang mengharuskan petahana mengundurkan diri sebelum mencalonkan kembali sebagai kandidat gubernur. Ketika terpilih untuk keduakalinya sebagai gubernur, dalam pemilihan Gubernur Lampung 2009, ada lagi yang menghalangi pelantikannya. Ia hadapi dengan pikiran dan langkah jenderal. Setelah dilantik, pembangunan Lampung berlanjut, meski propaganda masih terus dilancarkan sejumlah orang. Ia gerakkan aparatur pemerintah dan masyarakat untuk terus melangkah menuju Lampung Maju dan Sejahtera 2025.

Kisah Sjachroedin Z.P., menjadi cermin dalam memandang wajah politik Lampung dan Indonesia. Bahwa, untuk dapat eksis di panggung politik, dibutuhkan jiwa dan karakter sebagai pemimpin-petarung. Untuk dapat melindungi dan membela kepentingan rakyat, pemimpin harus siap menghadapi segenap risiko kepemimpinan.

Memoar ini, persembahan spesial Sjachroedin Z.P. untuk rakyat Lampung sebagai tanda cintanya pada rakyat dan Bumi Lampung.

Share16