Kaya Kerja Otot, Miskin Kerja Otak

Kaya Kerja Otot, Miskin Kerja Otak

Kisah Hidup dan Warisan Pengetahuan Prof. DR. Ir. Go Ban Hong

 Ilmuwan Tanah Indonesia

Penulis: Zulfikar Fuad

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Prof. Dr. Ir. Go Ban Hong (88 tahun) mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk kemajuan pertanian Indonesia, khususnya di bidang penelitian pertanian dan pendidikan pertanian. Di kalangan peneliti, dosen dan mahasiswa ilmu tanah, mantan Guru Besar Institut Pertanian Bogor dan Universitas Sintuwu Maroso ini dikenal sebagai penggagas konsep fenomena kelelahan tanah.

Sebagai ilmuwan, Go Ban Hong kerap kritis pada kebijakan pemerintah Orde Baru. Antara lain soal swasembada beras yang dinilai memiskinkan petani dan proyek lahan gambut yang dianggap bertolak belakang dengan ilmu pengetahuan. Sikap kritis itu adalah tanda cintanya pada Tanah Air Indonesia. Akibat kebiasaannya mengoreksi kebijakan pemerintah, ia sempat dicopot dari jabatan sebagai Direktur Lembaga Pusat Penelitian Pertanian dan diasingkan ke luar negeri.

Di usia senja, Go Ban Hong meratapi keadaan negeri Indonesia yang ia cintai belum mandiri dalam bidang pangan. Kisah hidup dan warisan pengetahuan Profesor Go Ban Hong menjadi relevan dan penting diangkat ke hadapan para pemimpin dan masyarakat luas, mengingat pembangunan pertanian Indonesia sejauh ini belum menunjukkan kemajuan yang berarti, sebaliknya bahan pangan negeri kita masih bergantung pada impor. Keadaan yang sudah diprediksi dan dikhawatirkan oleh Presiden RI pertama Dr. Ir. Sukarno.